Aplikasi Raport Digital Madrasah (RDM) kembali merilis pembaruan penting melalui RDM Versi 3.1 Tahun 2025 Rev (20251123143411). Update terbaru ini membawa sejumlah penyesuaian untuk mendukung implementasi KMA 1503 Tahun 2025, terutama terkait perubahan struktur penilaian di madrasah. Dengan hadirnya versi ini, pengelolaan nilai dan penerbitan rapor menjadi lebih akurat, relevan, dan sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Agama.
Salah satu perubahan utama adalah pengaturan tampilnya menu P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin). Pada versi 3.1 ini, fitur P5RA hanya muncul sampai tahun ajaran 2024/2025. Kebijakan ini mengikuti transisi kurikulum yang ditetapkan dalam KMA 1503, di mana mulai tahun ajaran berikutnya, P5RA tidak lagi menjadi komponen penilaian wajib.
Baca Juga: Cara Update RDM Terbaru.
Sebagai gantinya, RDM mulai menampilkan menu Kokurikuler untuk tahun ajaran 2025/2026 dan seterusnya. Fitur ini menjadi bagian penting dalam sistem penilaian baru, sehingga madrasah perlu mengaktifkan dan mempersiapkan pembina kokurikuler untuk memastikan proses input nilai berjalan lancar.
RDM 3.1 juga menambahkan pembaruan pada fitur cetak rapor yang kini mendukung format penilaian kokurikuler. Dengan penyesuaian ini, rapor siswa tampil lebih komprehensif dan mencerminkan aktivitas serta capaian pembelajaran sesuai standar terbaru.
Selain itu, item kokurikuler hanya akan muncul jika madrasah telah menetapkan pembina dan pembina tersebut sudah membuat item penilaian. Mekanisme ini memastikan data yang masuk lebih terstruktur serta menghindari kesalahan input dari guru maupun operator.
Khusus untuk jenjang RA (Raudhatul Athfal), RDM memberikan perlakuan khusus. Item kokurikuler kini muncul langsung di akun wali kelas, sehingga proses penginputan nilai menjadi lebih mudah tanpa perlu berpindah ke akun pembina.
Dengan berbagai pembaruan ini, RDM Versi 3.1 Tahun 2025 menjadi solusi yang semakin relevan, akurat, dan siap mendukung madrasah dalam menerapkan kebijakan kurikulum terbaru. Pembaruan ini tidak hanya meningkatkan fungsionalitas aplikasi, tetapi juga membantu madrasah beradaptasi dengan perubahan regulasi pendidikan secara lebih efisien.





